Rabu, 22 April 2009

Resensi Film: Boy in Striped Pyjamas


Boy In Striped Pyjamas
Boy in Striped Pyjamas adalah film yang diangkat dari novel berjudul sama karangan John Boyne. Film ini mengangkat tema tentang kekejaman Nazi pada kaum Yahudi(also known Jewish).
cerita ini bermula ketika Bruno, seorang anak berumur delapan tahun dari Komandan Militer Nazi, Ralf, pindah ke sebuah daerah yang berada di dekat Kamp Konsentrasi.
pada suatu hari, Bruno melihat ada pemandangan aneh dibalik jendela kamarnya, yaitu sebuah lapangan yang ia anggap "peternakan" dan orang-orang berpiyama. apalagi, salah satu dari orang-orang berpiyama itu bekerja di rumahnya, yang bernama Pavel, namun setelah itu Pavel tidak pernah lagi terlihat setelah tanpa sengaja menumpahkan wine Lieutenant Kothler dan setelah itu dihajar habis-habisan oleh Lieutenant.
pada suatu hari, Bruno pergi untuk menjelajahi rumah barunya, tanpa sepengetahuan ibunya; dan tanpa sengaja menemukan Kamp Konsentrasi, yang dikiranya sebagai peternakan. lalu, kemudian ia menemukan Shmuel, salah seorang anak kecil tahanan Kamp Konsentrasi dan bersahabat dengannya.
masalah muncul ketika gurunya, Herr Lizst mengajarkan padanya bahwa Yahudi dan Jerman adalah musuh. dan ketika Shmuel mengajaknya untuk masuk ke Kamp Konsentrasinya, membantu Shmuel mencari ayahnya.
film ini adalah film yang sangat menyentuh, film yang menceritakan tentang arti kemanusiaan, dan arti persahabatan.

Selasa, 21 April 2009

kartiniaannnnn

hari ini tanggal 21 April!!




karena sekarang tanggal 21 April, maka tadi pas pelajaran seni budaya dengan khusus pak Gunawan, guru seni budaya membiarkan dua jam pelajaran bebas untuk melakukan sesuatu untuk merayakan hari kartini, special for women, yippie! dan terimakasih tuhan, para murid laki-laki yang terkadang suka berbuat hal-hal yang aneh disuruh keluar untuk sementara.


tentu saja supaya nyocok sama hari kartini, lagu yang kita pilih adalah Ibu Kita Kartini pastinya, karena memang nggak ada lagu lain selain ini. mungkin ada kali ya, tapi sebagai anak bangsa yang nggak teladan aku nggak begitu tahu. sayang, gurunya kebanyakan improvisasi jadi nyanyinya rada sulit. harus penuh penghayatan tapi ketawa-ketawa.

nah, udah nyanyi, inilah hal yang paling...berbakti yang diusulkan oleh temanku(kayaknya si Ayu..apa siapa ya..yang ngusulin..lupa deh). kita keliling-keliling kelas buat salam dan ngucapin hari Kartini sama setiap guru.

hanya saja, memang kalo dibilang momen paling bagus ya ini momen paling bagus dari Hari kartini. kenapa? mungkin kita jadi lebih bisa menghormati guru-guru kali ya disini. hampir semua guru kelihatan terkejut(karena mungkin memang inilah pertama kalinya ada murid yang mengucapkan selamat hari kartini...bahkan bukan nggak mungkin juga dia lupa tanggal 21 itu kartinian). semua guru kita salamin, dan nggak ada satupun yang terlupakan, dan hari itu menjadi hari yang bakal diinget olehku.


well..not really...

bodohnya adalah..wali kelas kami, Bu Kusuma justru kelupaan. Forgive Us, Mrs. Kusuma!!